Read

Peran Perhutanan Sosial dalam Perubahan Iklim di KPHP Yogyakarta

Indikasi pemanasan global saat ini semakin meningkat tiap tahunnya dan akan mengakibatkan perubahan iklim yang berpotensi memperparah kualitas lingkungan hidup. Indonesia dinilai rentan terhadap perubahan iklim, oleh karena itu diperlukan tindakan nyata untuk meningkatkan ketahanan dan menurunkan tingkat kerentanan lingkungan terutama pada kawasan hutan. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) merupakan suatu wilayah pengelolaan hutan yang dikelola sesuai fungsi dan peruntukannya dan merupakan unit manajemen pengelolaan hutan terkecil pada tingkat tapak.

Perhutanan sosial dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.83 Tahun 2016 merupakan sistem pengelolaan hutan secara lestari yang menempatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utamanya. Salah satu bentuk perhutanan sosial dapat diwujudkan dengan menyelenggarakan pemanfaatan kawasan hutan dengan skema kerjasama sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.49 Tahun 2017. Saat ini KPHP Yogyakarta tengah melaksanakan kerjasama pemanfaatan hutan dengan masyarakat sekitar hutan dalam bidang pemanfaatan jasa lingkungan. Kegiatan kerjasama bersama masyarakat di Hutan Lindung Mangunan ini mengusung tema Wana Wisata Budaya Mataram.

Bentuk kerjasama dilakukan terhadap seluruh kegiatan pemanfaatan hutan lindung, meliputi potensi wisata alam, sarana wisata alam, dan jasa layanan wisata dalam rangka optimalisasi fungsi ekologi, ekonomi dan social budaya. Manfaat kegiatan perhutanan sosial dari segi ekologi dapat mendorong masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dengan mempertahankan tegakan serta melakukan penanaman. Sedangkan dari sisi ekonomi sosial dan budaya, kegiatan perhutanan sosial dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menambah peluang kerja dan pendapatan serta melestarikan kearifan budaya lokal. Sinergitas dan keterpaduan antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan perhutanan sosial ini terbukti mampu memberikan kontribusi positif bagi kedua belah pihak. Sehingga tujuan masyarakat sejahtera dan hutan lestari dapat terwujud.


DOWNLOAD FILE